Risiko digital ikut meningkat seiring kemudahan transaksi secara online. Kenali risiko yang biasa terjadi dan bagaimana mengamankan transaksi agar dana dan data tidak tercuri!
Transaksi secara digital itu sangat membantu dan memudahkan. Bayangkan saja, kamu bisa mengirim dana, membayar tagihan, hingga membuka rekening tabungan tanpa harus pergi ke ATM atau kantor cabang bank.
Namun demikian, kemudahan transaksi digital itu dibarengi dengan ancaman dan risiko. Risiko data bocor, disalahgunakan, hingga uang dalam rekening atau dompet digital terkuras.
Baca juga: Kartu Kredit Virtual: Pengertian, Manfaat & Tips Membuatnya
Risiko Transaksi Digital
Banyak sekali risiko yang muncul dari transaksi digital yang memudahkan itu. Risiko-risiko itu bisa jadi celah bagi orang-orang jahat untuk menyalahgunakannya dan menguras uang yang kamu miliki.
Berikut ini beberapa risiko yang paling umum dari kemudahan transaksi digital.
1. Kebocoran Data Pribadi
Transaksi digital melibatkan data sensitif seperti nomor rekening, kartu, hingga identitas pribadi. Risiko muncul ketika pengguna bertransaksi di platform yang tidak aman atau mengakses jaringan publik tanpa perlindungan memadai.
2. Penipuan Digital
Modus penipuan digital semakin beragam, mulai dari phishing, tautan palsu, hingga penyamaran sebagai pihak resmi. Banyak kasus terjadi karena pengguna kurang teliti saat menerima pesan atau melakukan transaksi.
3. Kesalahan Transaksi
Kesalahan input seperti salah nomor tujuan atau nominal dapat terjadi dalam transaksi digital. Pada beberapa kasus, proses pengembalian dana tidak selalu mudah atau cepat.
Tanpa pemahaman yang baik terhadap sistem dan ketentuan layanan, kesalahan kecil bisa berdampak pada kerugian yang cukup besar.
Baca juga: 5 Modus Fraud yang Paling Sering Dipakai Penipu, Waspada!
Tips Aman Bertransaksi Digital
Risiko-risiko tersebut tentu harus diwaspadai. Selain itu, kamu perlu memastikan setiap transaksi dilakukan dengan benar. Berikut tips aman bertransaksi digital yang bisa kamu terapkan!
1. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi
Data seperti PIN, password, kode OTP, dan informasi kartu bersifat sangat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun.
Banyak kasus penipuan terjadi karena kelalaian pengguna yang tanpa sadar memberikan informasi penting kepada pihak lain.
2. Aktifkan Fitur Keamanan Tambahan
Fitur keamanan berlapis seperti autentikasi dua faktor, biometrik, dan notifikasi transaksi membantu meningkatkan perlindungan akun.
Dengan fitur ini, setiap aktivitas mencurigakan bisa langsung terdeteksi dan dicegah lebih awal, sehingga risiko kerugian finansial dapat ditekan.
3. Waspada terhadap Berbagai Modus Penipuan Digital
Modus penipuan digital terus berkembang dan sering kali terlihat meyakinkan. Penting untuk selalu memeriksa ulang informasi, tidak terburu-buru mengambil keputusan, serta menghindari klik tautan atau unduhan yang mencurigakan.
4. Pilih Aplikasi dengan Keamanan Berlapis
Gunakan aplikasi keuangan yang memiliki sistem keamanan berlapis, seperti enkripsi data, verifikasi berjenjang, serta sistem pemantauan transaksi real-time.
Aplikasi dengan standar keamanan tinggi memberikan perlindungan ekstra terhadap data dan dana, sekaligus meningkatkan rasa aman saat melakukan transaksi digital sehari-hari.
Salah satu aplikasi yang bisa kamu andalkan adalah OCBC mobile. Dengan aplikasi ini, kamu bisa mengatur atau mengubah PIN transaksi untuk kartu kredit yang kamu pegang. Kamu juga bisa memblokir kartu melalui OCBC mobile ketika terjadi transaksi mencurigakan.
Transaksi di OCBC mobile juga sudah dijamin keamanannya. Setiap transaksi dilindungi Two-Factor Authentication (2FA) dengan penggunaan User ID, Password, serta PIN transaksi yang hanya diketahui oleh kamu sebagai pengguna.
Selain itu, OCBC juga layanan call center 24 jam dan 7 hari nonstop kepada para nasabahnya, termasuk pemegang kartu kreditnya.
Manfaatkan layanan Tanya OCBC untuk melaporkan kasus penipuan yang baru saja terjadi. Kamu bisa menghubungi nomor 1500-999 jika sedang berada di Indonesia, atau +62-21-2650-6300 jika kamu sedang berada di luar negeri.
Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan fitur Live Chat melalui OCBC mobile. Laporkan kasus penipuan yang menimpamu kapan saja, karena fitur itu disiapkan setiap hari 24 jam.
Baca juga: Perbedaan Kartu Kredit Visa dan Mastercard, Untung Mana?